Pagi selalu menceritakan, tentang orang-orang
yang berjalan
wajah dalam kabut-kabut
Pucat seperti kau,
berjalan terombang-ambing ditengah jembatan
yang hanya satu dan diperebutkan
roda-roda berpacu
menghempas debu-debu
waktu ibarat gholiath
hanya bukan dia yang kau banting
kaulah yang dibantingnya
babak belur
belum-belum kau telah kuyu
dalam peradaban yang sesak
dengan radiasi-radiasi
sementara keterasingan adalah keunikan
yang kau simpan rapat
dan diam-diam kau rindukan
Magelang, Akhir tahun 2015
Label: refleksi